Rabu, 08 Juli 2015

PRATIKUM KDM II Pemberian Oksigen





















PRATIKUM KDM II
Pemberian Oksigen



PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN NASAL KANUL DAN MASKER

Nama :                                    /Nim :                                          /Smster/ Klas :        /
No
Kriteria/aspek yang di nilai
Nilai
Keterangan

I

PERSIAPAN ALAT (15%)
1.      Tabung oksigen lengkap dengan flow meter, humidifier (berisi air steril)
2.      Selang Oksigen
3.      Alat Pencatat dan alat tulis


4 : jika 100% alat lengkap
3 : jika 75% alat lengkap
2 : jika kelengkapan alat 50%
1 : jika kelengkapan alat 25 %

I.    15 x nilai perolehan


15 x ………. = ……….
 
 





II







PERSIAPAN PASIEN & LINGKUNGAN (10%)
1.   Menjelaskan prosedur yang akan dilaksanakan pada klien.
2.   Menjelaskan prosedur pada keluarga
3.   Memasang tabir



4 : jika tiga point dilakukan
3 : jika dua point dilakukan
2 : jika satu point dilakukan
1 : jika tidak dilakukan

II. 10 x nilai perolehan


10 x ………. = ……….
 
 





III


PELAKSANAAN (50%)
1.      Cuci Tangan
2.      Atur posisi pasien sesuai kondisi pasien
3.      Mengontrol flowmeter dan humidifier
4.      Mengontrol apakah peralatan berfungsi dengan baik
5.      Mengikuti instruksi yang tertulis pada alat tersebut
6.      Melakukan pencatatan
a.       Jumlah liter oksigen yang diberikan
b.      Cara pemberian
c.       Reaksi pasien
7.      Mengevaluasi toleransi pasien terhadap prosedur
8.      Cara pemberian dengan nasal kanul:
a.       Memasang selang pada perangkat oksigen
b.      Mengatur aliran oksigen sesuai kebutuhan
c.       Memasang kanul secara tepat pada hidung
d.      Memberi posisi yang nyaman pada pasien
9.      Cara pemberian dengan masker
    1. Memasang selang pada perangkat oksigen
    2. Mengatur aliran oksigen sesuai kebutuhan tubuh
    3. Memakai masker pada wajah pasien
    4. Mengontrol apakah psien sudah merasa nyaman
10.  Membereskan peralatan
11.  Cuci tangan


4 : jika prosedur lengkap dilakukan secara sistematis
3 : jika prosedur lengkap dilakukan tidak sistematis
2 : jika prosedur tidak lengkap dan tidak sistematis
1 : jika tidak dapat melakukan prosedur

III. 50 x nilai perolehan
50 x ………. = ……….
 

IV

SIKAP (5%)
1.   Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2.   Menjamin privacy klien
3.   Bekerja dengan teliti
4.   Memperhatikan body mechanism



4 : jika empat point dilakukan
3 : jika tiga point dilakukan
2 : jika dua point dilakukan
1 : jika asal-asalan

IV. 5 x nilai perolehan


5 x ………. = ……….
 
 





V

RESPONSI (20%)
1.   Penguasaan landasan teori  yang berhubungan dengan tindakan
2.   Penguasaan rasional prosedur
3.   Kemampuan beragumentasi


4 : jika tiga point dikuasai
3 : jika hanya menguasai secara general
2 : jika menguasai bagian – bagian tertentu
1 : jika tidak menguasai sama sekali

V.    20 x nilai perolehan


20 x ………. = ……….
 
 





  NILAI : I + II + III + IV + V  =
                         4

Malang,…………………………
                          Penguji,




(………….………………………..)













PRATIKUM KDM II
Mobilisasi
















MENGUBAH POSISI

I.            PEMBERIAN POSISI FOWLER
Tujuan : Memperbaiki curah  jantung, ventilasi dan membantu eliminasi urin dan usus
Langkah-langkah :
  1. Cuci  tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
  2. Baringkan klien terlentang dengan kepala dekat papan kepala
  3. Tinggikan kepala tempat tidur 45 sampai 60 derajat
  4. Letakkan kepala klien di atas kasur atau bantal yang sangat kecil
  5. Gunakan bantal untuk menyangga tangan dan lengan klien bila klien tidak mempunyai control valunter atau menggunakan lengan dan tangan
  6. Letakkan bantal pada punggung bawah klien
  7. Tempatkan bantal kecil atau gulungan handuk di bawah paha dan pergelangan kaki klien
  8. Tempatkan papan kaki
  9. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan anda
  10. Catat pada catatan klien tentang posisi baru anda

II.            PEMBERIAN POSISI DORSAL REKRUMBENT
Diperlukan setelah bedah spinal atau anestesi spinal (SAB)
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
  2. Baringkan klien terlentang mendatar di tengah tempat tidur
  3. Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk pada spinal lumbal klien
  4. Letakkan bantal di bawah bahu atas, leher dan kepala klien
  5. Bila perlu, tempatkan bantal pasir sejajar dengan permukaan lateral pada paha klien
  6. Letakkan bantal kecil di bawah mata kaki klien untuk meninggikan tumit
  7. Letakkan papan kaki atau penahan foot-drop di atas telapak kaki klien
  8. Letakkan bantal di bawah lengan bawah pronasi, mempertahankan lengan atas sejajar dengan tubuh
  9. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan anda
  10. Catat pada catatan perawat klien tentang posisi baru klien


III.            PEMBERIAN POSISI SIM
Tujuan : Meningkatkan drainase lendir  dari mulut
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
  2. Baringkan klien pada posisi terlentang di tengah tempat tidur yang datar
  3. Baringkan klien dalam posisi lateral, sebagian berbaring pada abdomennya
  4. Letakkan bantal kecil di bawah kepala
  5. Letakkan bantal di bawah lengan klien yang fleksi. Bantal harus melebihi dari tangan sampai sikunya
  6. Letakkan bantal di bawah tungkai yang fleksi, dengan menyangga tungkai setinggi pinggul
  7. Tempatkan kantung pasir di atas kaki klien
  8. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  9. Catat pada catatan perawat tentang posisi baru klien

IV.            MEMBANTU KLIEN BANGUN DARI TEMPAT TIDUR
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan jika diperlukan
  2. Atur tempat tidur pada posisi datar dengan roda tempat tidur terkunci
  3. Menghadap ke bagian kepala trempat tidur (bila dua perawat membantu klien, mereka berdiri pada sisi tempat tidur yang berlawanan)
  4. Rentangkan kedua kaki anda dengan kaki lebih dekat tempat tidur di belakang kaki yang lain
  5. Bila mungkin, mintalah klien untuk memfleksikan lututnya, mendekatkan kakinya sedekat mungkin ke bokong
  6. Instruksikan klien untuk memfleksikan lehernya, menundukkan dagu kearah dada
  7. Instruksikan klien untuk membantu dalam bergerak dengan mendorong permukaan tempat tidur
  8. Bila klien mempunyai kekuatan atau mobilitas ekstremitas atas yang terbatas, letakkan tangannya menyilang di atas dadanya
  9. Fleksikan lutut dan pinggul anda, membuat lengan bawah anda lebih dekat ke ketinggian tempat tidur
  10. Letakkan tangan anda(tangan yang lebih dekat ke kepala tempat tidur) di bawah bahu klien dan tangan yang lain di bawah paha klien
  11. Instruksikan klien untuk mendorong dengan tumit dan meninggikan batang tubuhnya saat menghembuskan nafas, kemudian gerakkan kearah kepala tempat tidur pada hitungan ke-3
  12. Pada hitungan ke-3, goyang dan pindahkan berat badan anda dari tungki belakang ke tungki kaki. Pada waktu yang bersamaan, klien mendorong dengan tumitnya dan meninggikan batang tubuhnya
  13. Kaji ulang kelurusan tubuh klien. Bila buruk, atur posisi klien menjadi posisi yang tepat
  14. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  15. Catat posisi baru klien pada catatan perawat


V.            MEMBANTU KLIEN PADA POSISI DUDUK
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila diperlukan
  2. Baringkan klien pada posisi terlentang
  3. Pindahkan semua bantal
  4. Menghadap ke kepala tempat tidur
  5. Rentangkan kaki anda dengan kaki mendekat ke tempat tidur di belakang kaki yang lain
  6. Letakkan tangan yang lebih jauh dari klien di bawah bahu klien, menyangga kepala dan vertebra servikal klien
  7. Letakkan tangan anda yang lain pada permukaan tempat tidur
  8. Bangunkan klien ke posisi duduk dengan memindahkan berat badan anda dari tungkai depan ke tungkai belakang
  9. Dorong melawan tempat tidur dengan tangan di permukaan tempat tidur
  10. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  11. Catat posisi baru klien pada catatan perawat


VI.            MEMBANTU KLIEN UNTUK POSISI DUDUK PADA TEPI TEMPAT TIDUR
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan anda dan gunakan sarung tangan bila diperlukan
  2. Baringkan klien pada posisi miring, menghadap anda pada sisi tempat tidur dimana ia akan duduk. Pasang pagar tempat diru pada sisi berlawanan
  3. Tinggikan kepala tempat tidur pada setinggi yang dapat ditoleransi klien
  4. Berdirilah pada sisi berlawanan dari pinggul klien
  5. Berputarlah ke arah diagonal sehingga anda menghadap klien dan sudut tempat tidur terjauh
  6. Rentangkan kaki anda dengan kaki lebih dekat ke kepala tempat tidur di depan kaki yang lain
  7. Letakkan lengan yang lebih dekat ke kepala
  8. Letakkan tangan anda yang lain di atas paha klien
  9. Pindahkan tungkai bawah klien dan kaki di atas tempat tidur
  10. Putar ke arah tungkai belakang anda, memungkinkan tungkai atas k;lien terjuntai ke bawah
  11. Pada saat yang bersamaan, pindahkan berat berat badan anda ke tungkai belakang dan tinggikan klien
  12. Tetapkan berada di depan klien sampai klien mencapai keseimbangan kembali
  13. Turunkan ketinggian tempat tidur sampai kaki klien menyentuh lantai
  14. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  15. Catat posisi baru klien pada catatan perawat

VII.            MEMINDAHKAN KLIEN DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila diperlukan
  2. Bantu klien ke posisi duduk di tepi tempat tidur. Atur posisi kursi pada sudut 45 derajat  terhadap tempat tidur
  3. Pasang sabuk pengikat untuk pindah bila perlu
  4. Pastikan bahwa klien menggunakan sepatu yang stabil anti selip
  5. Rentangkan kaki anda
  6. Fleksikan pinggul dan lutut anda, sejajarkan lutut anda dengan lutut klien
  7. Pegang sabuk pengikat pemindah dari bawah atau pegang melaui aksila klien dan tempatkan  tangan pada skapula klien
  8. Angkat klien sampai berdiri pada hitungan ke-3 sambil meluruskan pinggul dan kaki anda, pertahankan lutut agak fleksi
  9. Pertahankan kestabilan dari tungkai dengan lutut yang lemah atau paralise
  10. Pusatkan pada kaki yang terjauh dari kursi, pindahkan klien langsung ke depan kursi
  11. Instruksikan klien untuk menggunakan sandaran tangan pada kursi untuk sanggahan
  12. Fleksikan pinggul dan lutut anda saat menurunkan klien ke kursi
  13. Kaji klien untuk kelurusan yang tepat
  14. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  15. Catat pemindahan klien pada kursi pada catatan perawat

VIII.            BERJALAN DENGAN KRUK
Peralatan :
-          Pita pengukur
-          Goniometer
-          Kruk berujung karet
-          Kruk kayu

Langkah –langkah :
  1. Cuci tangan
  2. Ukur panjang kruk : 3-4 jari lebar dari aksila ke titik 15cm (6 inchi) ke arah lateral ke tumit klien adalah standar
  3. Posisikan pegangan kruk dengan siku fleksi pada sudut 20-25 derajat. Sudut fleksi siku, harus dipastikan dengan goniometer
  4. Pastikan bahwa jarak antara bantalan kruk dengan aksila adalah selebar 3-4 jari
  5. Instruksikan klien untuk melangkah 3 poros. Langkah 3 poros dibentuk bila kruk ditempatkan 15 cm (6 inchi) di depan dan 15 cm di samping masing-masing kaki.
  6. Ajarkan klien salah satu dari 4 cara berjalan dengan kruk
a.       Perubahan 4 titik, cara berjalan 4 titik (four point gait) memberikan kestabilan pada klien, tetapi memerlukan penahanan beban berat badan pada kedua tungkai. Masing-masing tungkai digerakkan secara bergantian dengan masing-masing kruk sehingga sepanjang waktu terdapat 3 titik dukungan pada lantai.
b.      Perubahan 3 titikatau cara berjalan 3 titik (three point gait), mengharuskan klien untuk menahan semua beban berat badan pada 1 kaki. Berat badan dibebankan pada kaki yang tak cedera, kemudian pada kedua dan selanjutnya urutan tersebut diulang. Kaki yang cedera tidak menyentuh lantai pada selama fase dini cara berjalan 3 titik. Secara bertahap klien mulai menyentuh lantai dan beban berat badan semua dibebankan pada kaki yang sakit.
c.       Cara berjalan 2 titik memerlukan sedikitnya pembebanan berat badan sebagian pada masing-masing kaki. Klien menggerakkan masing-masing kruk bersamaan dengan tungkai yang berlawanan sehingga gerakan kruk sama dengan   gerakan tangan selama berjalan normal.
d.      Swing-through atau swing to (gerakan berayun), cara yang sering kali digunakan oleh paraplegia yang menggunakan bidai penahan berat badan pada tungkai mereka. Dengan berat badan pada kaki penyokong, klien meletakkan kruk 1 langkah di depan dan kemudian mengayun ke depan atau melewati kedua kruk sementara kruk tersebut menyangga berat badannya.
  1. Ajarkan klien menaiki dan menuruni tangga
a.       Naik
1)      Lakukan posisi 3 titik
2)      Pindahkan berat badan
3)      Julurkan rungkai yang tak sakit antara kruk dan anak tangga
4)      Pindahkan berat badan dari kruk ke tungkai yang tidak sakit
5)      Luruskan kedua kruk di atas anak tangga
b.      Turun
1)      Pindahkan berat badan pada kaki yang tidak sakit
2)      Letakkan kruk pada anak tangga dan mulai untuk memindahkan berat badan pada kruk, gerakkan kaki yang sakit ke depan
3)      Luruskan kaki yang tidak sakit pada anak tangga dengan kruk
  1. Ajarkan klien bagaimana cara duduk di kursi dan bagaimana bangun dari kursi
a)      Duduk
1)      Klien di posisi pada tengah depan kursi dengan aspek posterior kaki menyentuh kursi
2)      Memberikan metode yang aman untuk duduk dan bangun dari kursi. Mengurangi kerusakan lanjut pada sistem musculoskeletal klien dan resiko jatuh
3)      Klien memegang kedua kruk dengan tangan berlawanan dengan tungkai yang sakit. Bila kedua tungkai sakit, kruk ditahan pegang pada tangan klien yang lebih kuat
4)      Klien meraih tangan kursi dengan tangan yang lain dan merendahkan tubuh ke kursi
b)      Bangun
Lakukan tiga langkah di atas dalam urutan yang sebaliknya
  1. Cuci tangan
  2. Catat cara berjalan dan prosedur yang diajarkan serta kemampuan klien untuk melakukan cara berjalan dalam catatan perawat